Sekda Batam Tantang 800 Calon Wisudawan UT Jadi Motor Indonesia Emas 2045
Sekda Batam Tantang 800 Calon Wisudawan UT Jadi Motor Indonesia Emas 2045
Pemko Batam
BATAM -Ketua DPRD Kota Batam, Haji Muhammad Kamaluddin, memimpin langsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait perselisihan ketenagakerjaan yang melibatkan eks tenaga pengamanan PT McDermott, Rabu (10/9/2025). RDP tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi unjuk rasa Aliansi Mahasiswa dan Pemuda yang digelar di depan Gedung DPRD Batam sehari sebelumnya.
Rapat berlangsung di ruang rapat pimpinan DPRD Kota Batam dan menghadirkan berbagai pihak terkait, di antaranya perwakilan mahasiswa, manajemen PT McDermott, eks pekerja pengamanan, manajemen PT Batam Bagus Mandiri selaku vendor penyedia tenaga kerja, serta pejabat dari Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepri dan Disnaker Kota Batam.
Selain Ketua DPRD, hadir pula Wakil Ketua II DPRD Kota Batam, Budi Mardiyanto, SE, MM, Ketua Komisi IV Dandis Rajagukguk, ST, serta anggota Komisi IV: Tapis Dabal Siahaan, SH, Cony Christanto, SE, M.Si, dan Haji Hery Herlangga, ST, M.Ak.
Baca Juga:Dalam arahannya saat membuka rapat, Kamaluddin menegaskan bahwa DPRD berkewajiban menjaga suasana kondusif di Kota Batam dan memastikan seluruh pihak memperoleh haknya secara adil.
"Batam adalah rumah kita bersama. Tugas kita adalah memastikan semua pihak merasa nyaman dan terjamin hak-haknya. DPRD hadir untuk menjadi mediator, mencari titik temu dan solusi terbaik agar persoalan ini tidak berkepanjangan," tegas Kamaluddin.
Bahasa Inggris dalam kontrak kerja jadi sorotan utama
Salah satu isu utama yang menjadi fokus RDP adalah penggunaan bahasa Inggris dalam kontrak kerja di PT McDermott. Aliansi Mahasiswa dan Pemuda menilai hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang mengharuskan penggunaan bahasa Indonesia dalam perjanjian kerja.
Menjawab hal itu, perwakilan manajemen PT McDermott, Syahrial, menegaskan bahwa kontrak kerja dengan karyawan tetap menggunakan bahasa Indonesia. Menurutnya, penggunaan bahasa Inggris hanya digunakan pada dokumen kontrak bisnis antar perusahaan (business to business).
"Kami memahami masukan yang disampaikan dan akan segera melakukan perubahan, dengan memastikan seluruh kontrak kerja karyawan menggunakan bahasa Indonesia," ujarnya.
Eks tenaga pengamanan tuntut kepastian hak
Selain persoalan kontrak, rapat juga membahas tuntutan eks tenaga pengamanan PT McDermott yang meminta kepastian terkait hak-hak dan kompensasi yang masih belum terselesaikan. DPRD mendorong manajemen perusahaan dan PT Batam Bagus Mandiri untuk duduk bersama menemukan solusi yang adil bagi semua pihak.
RDP berlangsung dinamis dan penuh dialog. DPRD Kota Batam menegaskan akan terus mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga tercapai kejelasan dan keadilan bagi para pekerja.
Sekda Batam Tantang 800 Calon Wisudawan UT Jadi Motor Indonesia Emas 2045
Pemko Batam
Jelang Muscab PKB, Tokoh Masyarakat Indonesia Timur, Moody Hendrik Sosok Penting Nahkodai PKB Kota Batam Kedepan
Politik
PUB & KTV Deluxe di Winsord Nagoya Diduga Selenggarakan Judi Jenis Pimpong
Hukrim
Pemko Batam Perkuat Manajemen Talenta ASN, Amsakar Penempatan Harus Berbasis Kompetensi
Pemko Batam
Polda Kepri Terima Hibah Mobil Listrik Dari PT PLN Batam
TNI-POLRI
HUT ke19, DPC HANURA Kota Batam Arah Perjuangan Indonesia Sejahtera, Daerah Berdaya
Politik
Pendiri RMB, Moody Arnold Timisela Mengutuk Keras Aksi Pengeroyokan Brutal 2 Orang DC di Kalibata Jakarta selatan
Ragam
Diinisiasi IKSB, Amsakar Lepas Tujuh Truk Bantuan Sembako untuk Korban Bencana di Sumatera Barat
Pemko Batam
Perayaan HUT keII Rumpun Melanesia Bersatu, Moody Tekankan Persatuan dan Etika Warga Indonesia Timur
Ragam
Tuduhan Limbah "Beracun" dan Nasib Ribuan Pekerja Tanpa Kepastian
Hukrim